Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Pendidikan Anak TANGGUNG JAWAB siapa ??

Sekedar renungan untuk suami istri. Baik yang belum punya anak, ataupun yang sudah punya anak. Sebenarnya pendidikan anak itu TANGGUNG JAWAB siapa sih? Pemerintah, sekolah, atau orang tua ?? Atau jangan-jangan banyak suami istri yang masih belum paham bedanya pendidikan dan pengajaran. Sekarang kita sedang bersiap untuk hidup di era kenormalan baru. Catat ya, kenormalan baru. Bukan kembali normal seperti sebelum pandemi. Jadi harus pakai cara berpikir dan sudut pandang baru juga. Kalau tidak, maka anda nggak akan laku di jaman yang baru ini. Jaman normal yang lama, banyak orang tua menyerahkan tanggung jawab pendidikan pada sekolah. Semua-muanya tentang anak, dipasrahkan pada sekolah. Mulai urusan calistung (baca, tulis, hitung), pengembangan karakter, pengembangan bakat, peningkatan ilmu, pengembangan pengetahuan dan lain sebagainya. Sekolah ibarat tukang servis. Dimana orang tua maunya tahu beres tentang semua urusan anaknya. Orang tua tahunya pokoknya bayar ke sekolah. I...

Perlukang ngomongin TANGGUNG JAWAB ??

TANGGUNG JAWAB adalah hal yang melekat pada setiap orang. Termasuk pada suami istri. Masing-masing punya tanggung jawab yang harus dipenuhi demi terwujudnya keluarga yang bahagia dan berkecukupan segalanya. Andai saja ada salah satu yang lalai akan tanggung jawabnya, maka biduk rumah tangga akan goyah dan kemudian karam diterjang laju kehidupan. Menariknya adalah banyak kami temukan pasangan suami istri yang tidak pernah serius membicarakan tentang TANGGUNG JAWAB, khususnya saat sebelum menikah. Mereka serta merta menerapkan TANGGUNG JAWAB yang berlaku dalam norma umum. Serangkaian tanggung jawab yang selalu dikhutbahkan oleh para penceramah. Ataupun banyak ditulis pada artikel-artikel pernikahan. Misalnya suami bertanggung jawab untuk memberikan nafkah pada istri dan anak-anaknya. Sedangkan istri bertanggung jawab untuk melayani kebutuhan rumah, suami, dan anak-anaknya. Dan masih banyak lagi norma yang telah diketahui banyak orang untuk menjadi acuan membina rumah tangga. ...

Kenapa laki-laki ngomongnya nyolot saat di tikungan ??

Apakah anda pernah memperhatikan, bahwa laki-laki itu akan nyolot saat dia nyetir di tikungan atau sedang parkir ? Siapakah anda, wahai para perempuan yang pernah sakit hati gara-gara ini ??  Sudah ngomong baik-baik, tanya baik-baik, malah dia ngomongnya ngegas. Sebel nggak sih ?? Jika anda para perempuan, nggak tahu tentang karakteristik laki-laki, pasti anda akan bete ketika berada pada situasi tersebut. Apalagi jika anda sudah menikah. Seumur hidup anda akan merasa diperlakukan buruk oleh suami. Padahal belum tentu. Banyak klien-klien kami yang merasa rumah tangganya tidak harmonis. Padahal pangkal masalahnya sepele. Suami nggak paham cara kerja pikiran perempuan. Dan istri nggak paham cara kerja pikiran laki-laki. Maka kacaulah rumah tangganya. Dan kekacauan ini bisa berdampak buruk pada anak-anaknya. Dalam konteks ini, perlu anda pahami bahwa laki-laki itu secara alami punya cara berpikir yang fokus. Dia hanya bisa berpikir tentang satu hal pada satu waktu. Berbeda...

Memanggil Keberuntungan Pada Keluarga

Pada dasarnya secara alami setiap orang memancarkan signal frekuensi pikiran. Signal frekuensi ini terpancar pada semesta. Kemudian atas izin Tuhan, semesta mencari signal frekuensi yang sama dari orang lain. Kemudian mempertemukan mereka melalui berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan. Menariknya adalah semesta tidak menyeleksi kandungan dari signal frekuensi yang dipancarkan setiap orang. Apapun signal frekuensi pikiran yang dipancarkan, langsung dikoneksikan dengan orang-orang lain di belahan bumi ini yang memiliki frekuensi yang sama. Baik itu frekuensi signal pikiran positif ataupun negatif. Semuanya langsung dikoneksikan sehingga terciptalah fenomena kehidupan. Begitu pula tentang keberuntungan keluarga. Ketika suami dan istri memiliki signal frekuensi pikiran yang sama-sama-positif. Maka atas izin Tuhan Yang Maha Pengasih Dan Penyayang. Pasangan suami istri ini akan berkelimpahan keberuntungan dan kebercukupan. Dua-duanya menarik peristiwa ...

Kenapa masa pacaran lebih menyenangkan daripada saat menikah

Sebagian orang mengalami masa pacaran yang lebih menyenangkan daripada masa setelah menikah. Pada momen dulu dengan status pacaran, hari-hari penuh dengan kegembiraan. Hati berbunga-bunga, rindu yang menggelora, dan kreativitas sangat tinggi untuk cari cara bisa berjumpa. Seakan hidup tanpa beban yang berarti. Andaikata ada beban pun, tidak terasa sebagai beban. Malah hati bangga bisa berkorban demi sang pujaan hati. Namun kondisinya berubah 720°. Setelah menikah keceriaan jarang sekali tampak. Sebagian orang malah merasa lelah, marah, kecewa, jengkel dan lain-lain. Apalagi ketika ternyata sifat pasangannya berbeda dari saat pacaran. Atau kondisi hidup yang jauh dari harapan. Dalam kondisi ini pun, tanpa sadar sebagian orang mengatakan dalam hati, "Aku kecewa menikahi dia", atau "Andai aku belum punya anak, aku pasti sudah pisah dengan pasanganku". Sebagian orang ini akhirnya menganggap pernikahan bukanlah berkah, namun musibah. Kemudian ada yang memilih...

Kenapa suami+istri sering ribut

Tahukah anda bahwa konstruksi otak laki-laki dan perempuan berbeda. Memang Tuhan menciptakannya berbeda. Sehingga saling melengkapi. Namun apakah anda menyadari perbedaannya ?? Pada umumnya orang langsung memfonis. Kalau laki-laki cenderung pakai logika, dan kalau perempuan cenderung pakai perasaan. Apakah benar demikian ??  Berarti laki-laki cenderung nggak berperasaan, dan perempuan cenderung nggak pakai logika donk ??  Hehehehe… Memang benar ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan terkait alur berpikir. Sehingga berdampak pada kenapa tas perempuan cenderung besar dan sedikit kantong, bahkan hanya satu kantong saja. Berbeda dengan tas laki-laki yang lebih ramping dan banyak kantong. Hingga kenapa juga perempuan itu cerewet dan laki-laki cenderung cuek. Anda tahu dampak yang lebih besar dari perbedaan ini ?? Alur berpikir laki-laki dan perempuan memang berbeda. Termasuk ketika melihat suatu masalah. Sering terjadi pada suatu masalah, laki-laki menganggapnya b...

Istri Kuliah, Suami Selingkuh

"Pak, tolong bantu saya agar lebih tegar. Ternyata suami saya ada main dengan petugas FO kami". Kurang lebih demikianlah Bu Sum diujung telepon menghubungi kami untuk buat appoinment kesekian kalinya. (FO : Front Office) Bu Sum, seorang intelektual yang rendah hati. Telah sekian kali melakukan konsultasi privat dengan kami. Biasanya tidak ada masalah yang serius. Hanya sekedar butuh teman curhat yang bisa dipercaya saja. Namun berbeda dengan sore itu. Intonasinya serius dan tegas. Langsung saya tawarkan jadwal untuk konsultasi privat bersama kami, Pasutri OK. Sore itu, di hari yang sudah disepakati, kami berjumpa di sebuah cafe yang tenang dan nyaman. Dimana Pasutri OK sudah langganan disana. Bu Sum pun datang dengan mengenakan atasan batik nuansa coklat dengan motif jarang-jarang dan celana kain hitam polos. Setelah basa-basi sejenak, setelah kopi pesanan kami masing-masing datang. Bu Sum memulai ceritanya dengan ekspresi jengkel akan suaminya, Pak Dim, "Ba...

Apa itu VIRTUAL FORGIVENES

Virtual Forgiveness adalah sebuah cara untuk lebih mudah memaafkan orang, peristiwa, ataupun keadaan di masa lalu yang berkaitan dengan luka batin. Bisa berkaitan dengan pengalaman di masa kecil, berkaitan dengan orang tua, kerabat, pasangan, mantan, berkaitan dengan anak, rekan kerja atau siapapun juga yang menyebabkan terjadinya emosi negatif pada diri anda. Virtual Forgiveness memiliki dua tujuan : Membantu mempermudah proses mengikhlaskan sesuatu Memancarkan vibrasi positif pada semesta. Cara melakukan Virtual Forgiveness : Carilah posisi yang tenang. Bisa saat akan tidur malam, setelah ritual ibadah, atau kapanpun saja. Asal posisi dan kondisi tenang. Munculkan imaginasi tentang orang yang berkaitan dengan emosi negatif anda. Bisa tentang kemarahan, ketakutan, rasa bersalah, benci, kecewa, dan lain-lain. Orang yang anda imaginasikan ini bisa siapa saja. Termasuk orang tua ataupun anak anda. Munculkan emosi negatif berkaitan dengan orang tersebut dalam imag...